Ash-Shu'araa
سُورَةُ الشُّعَرَاءِ
فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالُوْا لِفِرْعَوْنَ اَىِٕنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
Transliterasi
Falammā jā'as-saḥaratu qālū lifir‘auna a'inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).
Terjemahan Indonesia
Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
Tafsir
Tafsir Kemenag RI
Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah berkumpul di ruangan tempat Fir'aun, para ahli sihir itu meminta kebijaksanaan Fir'aun supaya mau memberikan bayaran dan menjadikan mereka lebih dekat dengannya apabila menang nanti. Fir'aun menerima baik permintaan itu, bahkan ia berjanji akan menjadikan mereka penasihat yang selalu diajak duduk bersama, dan dijadikan orang-orang yang terdekat dengannya. Setelah ada pengertian bersama antara ahli-ahli sihir dengan Fir'aun tentang bayaran dan fasilitas lainnya, mereka kemudian mengadu kekuatan dengan Musa. Mereka bertanya kepadanya, "Wahai Musa! Engkaukah yang lebih dahulu menampilkan dan mendemonstrasikan sihirmu atau kami yang lebih dahulu?"
Tafsir Ibn Kathir